Minggu, 31 Maret 2019


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Filsafat Ilmu yang berjudul “Filsafat dan Filsafat Ilmu” tepat pada waktunya. Sholawat serta salam tak lupa kami curahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW karena atas kerja keras dan perjuangan beliau kita dapa tmerasakan kenikmatan iman dan islam dari zaman kegelapan hingga sampai sekarang.
            Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada mereka yang telah membimbing, memberi saran, motivasi serta dukungan, baik material maupun spiritual kami sampaikan kepada :
1.      DosenFilsafatIlmu, Fazrul Sandi Purnomo, M.Pd.
2.      Sahabat-sahabat mahasiswa dan seluruh pihak yang membantu pembuatan makalah ini.
Sekalipun penulisan makalah ini kami upayakan seoptimal mungkin, kami sangat menyadari kelemahan kami sebagai manusia, karena bagaimanapun juga tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan makalah ini.
Harapan kami, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua kalangan dan kami mohon untuk kritik dan saran agar makalah ini bias sempurna.

                       
                                                                                    Petaling, Maret 2019

                                                                                    Penulis










DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………………. 2
Daftar isi  ………………………………………………………………………….  3
Bab I Pendahuluan ………………………………………………………………... 4
A.    LatarBelakang ………………………………………………………...   4
B.     RumusanMasalah ……………………………………………………..   4
C.     Tujuan …………………………………………………………………. 4
Bab II Pembahasan ………………………………………………………………… 5
A.    Pengenalan umum Filsafat dan Filsafat Ilmu …………………………..            5
B.     Tahap ciri-ciri perkembangan ilmu pengetahuan   …………………….. 
C.     Bidang Garapan Filsafat Ilmu …………………………………………
D.    Penembangan filsafat ilmu dalam penelitian psikologi untuk menciptakan sarjana-sarana psikologi yang andal dan berkualitas.
Bab III Penutup ………………………………………………………………………
A.    Kesimpulan……………………………………………………………… 
B.     Saran ……………………………………………………………………..
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………… 11















BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Secara sederhana, filsafat merupakan filsafatnya ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu berupaya menelisik struktur-struktur fundamental yang menjadi pijakan ilmu pengetahuan: baik objek-objek ilmu pengetahuan, asumsi-asumsi, konsep-konsep dan metode-metodenya. Namun tidak hanya sampai di situ, filsafat juga hendak mengkaji sejauh mana nilai signifikasi atau aktualitas berbagai ilmu pengetahuan bagi kehidupan umat manusia konstruktif terhadap setiap ilmu pengetahuan.
 Filsafat ilmu tidak hanya membawa kita menelusuri esensi ilmu pengetahuan dengan segala atributnya, melainkan kita juga bias melihat berbagai kelemahan dan kekurangannya untuk kemudian melakukan tawaran konstruktif demi perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih baik dalam kehidupan manusia.
Dengan demikian, filsafat ilmu menjadi semacam alat atau metode yang dapat  di gunakan para ilmuan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan,  tidak heran bila hamper seluruh cabang pengetahuan dewasa menggunakan filsafat ilmu sebagai mitra  dialog yang kritis untuk mencairkan berbagai bentuk kebekuan ilmiah sehingga dapat mengetahui kendala-kendala yang menggelayuti pertumbuhan ilmu pengetahuan, para ilmuan mampu menyingkirkan semua kendala-kendala tersebut dan mempelancar pertumbuhan ilmu penetahuan yang senantiasa kaya relevansi dan aktualitasnya bagi kepentingan umat manusia.[1]
Pertanyaan tentang suatu fenomena yang muncul dalam kehidupan sehari-hari,  pengalaman hidup menjadi sumber inspirasi dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yang muncul dari pengalaman.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu filsafat dan filsafat ilmu?
2.      Bagaimana tahap, ciri-ciri dan perkembangan dari ilmu pengetahuan?
3.      Apa saja bidang garapan filsafat ilmu?
4.      Bagaimanakah pengembangan filsafat ilmu dalam penelitian psikologi untuk menciptakan sarjana-sarjana psikologi yang andal dan berkualitas?
C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa itu filsafat dan filsafat ilmu
2.      Untuk mengetahui tahap, ciri-ciri dan perkembangan ilmu pengetahuan
3.      Untuk mengetahui bidang garapan filsafat ilmu
4.      Untuk mengetahui  pengembangan filsafat ilmu dalam penelitian psikologi untuk menciptakan sarjana-sarjana psikologi yang andal dan berkualitas


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengenalan umum Filsafat dan Filsafat Ilmu

1.      Filsafat
Filsafat sebagai bagian dari kebudayaan manusia yang amat menakjubkan, lahir di Yunani dan di kembangkan sejak awal abad ke-6 SM filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang paling luas cakupannya, oleh karena itu titik tolak untuk memehami  dan mengerti filsafat adalah meninjau dari segi etimologi. Menurut sejarah ,Pythagoras (572-497 SM) adalah orang pertama kali yang memakai kata philosophia, yakni pecinta kebijasanaan (lover of wsdom). Sebagai bahan pertimbangan, alangkah baiknya kalau kita sedikit mengetahui mengenai pengertian filsafat dari berbagai filsuf, yaitu:
a.       Plato
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli dan murni. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa filsafat adalah penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas-asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada.
b.      Aristoteles
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa berupaya mencari prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab dari realitas yang ada. Ia pun mengtakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berupaya mempelajar “peri ada selaku peri ada” (being as being) atau “ peri ada sebagaimna mestinya” (being as such).
c.       Rene Descartes
Merupakan filsuf  Prancis yang terkenal dengan argumentnya cogito ergosum (saya berpikir maka saya ada) mengatakan filsafat adalah  himpunan dari segala  pengetahuan  yang pangkal penyeledikinnya  adalah mengenai Tuhan,alam, dan manusia
d.      Wiwliwm  James  
Tokoh pragmatisme dan pluralisme filsuf dari Amerika ini mengatakan filsafat adalah suatu upaya yang luar biasa  berfikir yang hebat dan terang
e.       R.F Beerling
Filsafat adalah mengajukan pertanyaan seluruhnya atau tentang hakikat, asas  dan perinsip dari kenyataan Beerling  juga mengatakan filsafat adalah suatu usaha  untuk mencapai  radix atau akar kenyataan dunia wujud , juga akar pengetahuan  tenteng diri sendiri.

Menurut  Muntansyir dan Munir menyatakan beberapa devinisi yang di klarifikasikan  berdasarkan wtwk dan fungsinya, yaitu:
a.       Filsafat adalah sikap dan kepercayaan  terhadap kehidupan  di alam yang biasanya di terima secara tidak kritis ( arti formal ).
b.      Filsafat adalah proses kritik atau pemikiran  terhadap kepercayaan  dan sikap yang sangat kita junjung tinggi (arti formal)
c.       Filsafat adalah usaha untuk  mendapatkan  gambaran keseluruhan artinya  filsafat berusaha mengombinasikan  hasil bermacam-macam sains  dan pengalaman kemanusiaan sehingga menjadi pandangan yang konsisiten tentang alam (arti spekulatif)
d.      Filsafat adalah analisis logis  dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. Corak ini dinamakan juga  logo sentrisme.
e.       Filsafat adalahsekumpulan problema yang langsung ,yang mendapat perhatian  dari manusia  dan yang di carikan jawabanya oleh ahli-ahli filsafat.

2.    Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu sebenarnya baru di kenal pada abad ke-20 di mana Francis Bacon sebagai peletak  dasar filsafat ilmu dalam khazanah bidang filsafat secara umum. Berbagai definisi filsafat ilmu yangdi himpun  oleh The Liang Gieyang di anggap cukup representative yaitu:
1.      Robert ackermant menyatakan bahwa filsafat adalah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat terdahulu yang telah di buktikan
2.      Lewis White Beck  menyatakan bahwa filsafat adalah ilmu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
3.      Cornelius Benjamin menyatakan bahwa filsafat ilmu merupakan cabang ilmu fisilfati yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya,kondep-konsepnya, dan pra-anggapan – pra-anggapannya, serta letak dan krangka umum dari cabang pengetahuan intlektual.
4.      May Brodbeck  menyatakan filsafat itu sebagai analisis yang netral secara etis dan filsafati,pelukisan,dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.
5.      Menurut Suriasumantri menyatakan bahwa filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemology (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah).lebih lanjut beliau mengatakan bahwa filsafat ilmu telaah secara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakiakt ilmu.

B.     Tahap ciri-ciri perkembangan ilmu pengetahuan
Perkembangan ilmu pengetahuan tidaklah berlangsung secara mendadak,melainkan secara bertahap dan evolutif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi umumnya di dorong oleh pemecahan massalah kemanusiaan yang sektoral.untuk memehami sejarah perkembangan ilmu harus di lakukan berbagai klasifikasi secara periodik.

a.      Zaman Yunani Kuno
Pada masa ini manusia menggunakan batu sebagai peralatan karna di temukan benda yang mirip satu sama lain( seperti kapak sebagai alat pemotong dan pembelah) benda ini sebagai buktibahwa manusia berbudaya  mampu berkreasi. Benda-benda yang di pergunakan manusia itu mengalami perbaikan dan terus mengalami kemajuan, karena manusia  melakukan dan mengalami proses trial and error uji coba yang makan waktu yang lama, melalui proses ini manusia mulai melakukan seleksi terhadap alat-alat  yang di pergunakannya, sehingga menemukan bahan (materi) yang di anggap baik atau kuat untuk membuat peralatan-peralatn tertentu.
Secara rinkas pada zaman pra Yunani Kuno di tandai oleh lima kemampuan yaitu:
1.    Know how dalam kehidupan sehari-hari yang di dasarkan pengalaman.
2.    Pengetahuan yang di dasarkna pengalaman itu di terima sebagai fakta dengan sikap receptive mind, keterangan masih di hubungkan dengan kekuatan magis.
3.      Kemampuan menemukan abjad dan system bilangan sudah menampakkan perkembangan pemikiran manusia ke tingkat abstraksi
4.      Kemampuan menulis,berhitung, menyusun kalender yang didasarkan atas sentesis terhdap hasil abstraksi yang dilakukan
5.      Kemampuan yang meramalkan suatu peristiwa atas dasar peristiwa-peristiwa sebelumnya yang pernah terjadi, misalnya gerhana bulan dan matahri.

1.        Zaman Yunani Kuno (Abad ke-7-2 SM)
Zaman ini  di pandang zaman keemasa ilmu filsafat, karena masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan idea atau pendapatnya.ciri yang menonjol  darifilsafat Yunani Kuno  di awal  kelahirannya  di tunjukkan  perhatian terutama  pada pengamatan  gejala kosmik dan fisik sebagai ikhtiar guna menemukan sesuatu asal mula (arche) yang merupakan unsure awal terjadinya gejala-gejala.

a.       Thales(640-550 SM)
Menyimpulkan bahwa air merupakan (arche) asal mula dari segala sesuatu, hal ini di dukung karena air meresapi seluruh benda-benda di jagad raya ini. Menurut  Mustansyir ada tiga alasan muncul persoalan tentang alam semesta ini yaitu: pertama pertanyaayn mengenai alam semesta yang terus menerus di pandang sebagai persoalan abadi (perennial problems)yg di sebut juga sebagai pertanyaan signifikan(a significant question).
Kedua, pertanyaan yang di ajukan Thales menimbulkan konsep baru suatu hal yang tidak begitu saja ada, melainkan terjadi dari sesuatu, hal ini menimbukkan suatu konsep baru tentang perkembangan,suatu evolusi,generasi. Ketiga, pertanyaab demikian hanya timbul pada pemikiran tertentu( masyarakat intlektual yang berpikir lebih maju),buakn masyarkat awam.
b.      Anaximander (611-545 SM)   Beliau menyakini asal mula segala sesuatu adalah aperion sesuatu yang tidak terbatas.
c.       Anaxmenes (588-524 SM) Beliau mengatakan asal mula segala Sesuatu adalah udara, keyakinan ini di dukung oleh kenyataan bahwa udra merupakan unsure vital kehidupan.

2.      Zaman Pertengahan (abad ke 2 - 14 SM)
(Middle Age) di tandai tampilnya para theolog di lapangan ilmu pengetahuan. Ada lima ciri menandai kemajuan peradaban islam pada zaman ini yaitu:
1)      Univesalisme
2)      Toleransi
3)      Pasar yang bertaraf internasional
4)      Penghargaan terhadap ilmu dan ilmuan
5)      Tujuan dan sarana ilmu yang bersifat islami
Beberapa pemikir islam yang sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan di antranya adlah Al-Khawarizmi (825) sebagai penyusun aljabar (arithmetic) Omar Khayam (1043-1132) sebagai seorang penyair ,ahli perbintangan dan ahli matematika. Dalam ilmu kedokteran muncul Al-Razi (850-923),Ibnu Sina (980-1037), Rhazas Abu’l Qosim, Ibnu Rushd (1126-1198) dan Al- Idris (110-1166)yang membuat peta kerajaan siciia.
3.         Zaman Renaissance (Abad 14-17)
Zaman ini ditandai sebagai era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama serta peralihan ketika kebudayaan abad tengah mulai berubah menjadi kebudayaan modern, manusia zaman ini merindukan pemikiran bebas untuk mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri.
Tidak didasarkan atas campur tangan ilahi dan zaman yang sangat menaruh perhatian dalam bidang seni lukis, patung, arsitektur, musik, sastra dan filsafat serta ilmu pengetahuan. Ilmu yang berkembang pesat pada zaman ini adalah ilmu bidang astronomi. Tokoh-tokohnya yaitu Roger Bacon (1214-1219), Copernicus (1443-1543), Tycho Brahe (1546-1601), Johannes Koppler (1571-1630), Galileo Galilei (1546-1642).

4.         Zaman Modern (Abad ke 17-19)
Zaman ini ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut Slamet, perkembangan ilmu pengetahuan mempunyai tiga sumber:
1)      Hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Iberia dengan negara-negara Perancis.
2)      Perang Salib (1100-1300) yang terulang sebanyak enam kali serta menjadi ajang peperangan fisik juga menjadikan para tentara atau serdadu Eropa berasal dari negara itu menyadari kemajuan negara-negara Islam sehingga mereka menyebarluaskan pengalaman mereka dinegaranya masing-masing.
3)      Tahun 1453 Istanbul jatuh ke bangsa Turki dan para pendeta atau sarjana mengungsi ke Itali atau negara-negara lain.
Aliran filsafat yang muncul pada zaman ini yaitu diantaranya: Rasionalisme, Empirisme, Kritisme, Idealisme, Positivisme, serta Marxisme.

5.         Zaman Kontemporer (Abad 20 dan seterusnya)
Dalam abad ke-20 ini adalah pemikiran tentang bahasa. Tugas filsafat bukan lah membuat pertanyaan-pertanyaan tentang sesuatu yang khusus sebagaimana yang telah diperbuat filsuf sebelumnya melainkan memecahkan persoalan yang timbul pada abad ini. Aliran yang telah berkembang pada abad modern yaitu neothomisme, neo-kantianisme, neo-hegelianisme, neo-marxisme, neo-phositivisme dan sebagiannya.


b.      Bidang Garapan Filsafat Ilmu

1.      Ontologi
Menurut Koento Wibisono Siswomihardjo (2001) mengatakan Ontologi adalah ilmu meliputi apa hakikat ilmu itu, hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah, serta tidak lepas dari persepsi filsafat tentang apa dan bagaimana (yang “ada” itu beingsein, het zein). Menurut christian wolf bahwa ontologi merupakan bagian dari metefisika umum yang membicarakan tentang hal yang ada.
2.      Epistemologi
Menurut koento widisono siswomihadjo menytakan bahwa epistemologi ilmu meliputi sumber , sarana, dan tata cara menggunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan (imiah). Akal, akal budi, pengalaman, atu kombinasi antara pengalaman dan akal, intuisi merupakan sarana yang di maksud dalam epistemologi, sehingga di kenal adanya model-model epistelogik seperti:rasionalisme, empirisme, kritisme atau rasionalisme kritis, positivisme, fenomenologi dengan berbagai variasinya.
3.      Aksiologi
Istilah aksiologi berasal dari kata asios dan logos. Aksios berarti nilai atau sesuatu yang berharga,  sedangkan logos berarti akal. Jadi aksilogi berarti teori nilai, penyelidikan mengenai kodrat, kriteria, dan status meta fisik dari nilai.

c.       Pengembangan filsafat ilmu dalam penelitian psikologi untuk menciptakan sarjana-sarana psikologi yang andal dan berkualitas.

1.      Pengalaman psikologi dari tinjauan histori
Di tinjau dari bahasa, perkataan psikologi meruppakan naturalisasi dari kata psychlogy. Psikologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa, dan kata logos berarti ilmu pengetahuan . jadi psikologi di artikan sebagai ilmu pengetahuan mengenai jiwa.
2.      Pertautan antara psikologi dan filsafat ilmu
Tiongkok dan india menunjukkan kemampuan mereka yang besar, semua itu mencerminkan keunggulan pemikiran kefilsafatan ke filsafatan yang ada kemudian lahirlah kebudayaan yunani kuno menyusul kebesarabn asia, ia tampil dalam kompetensinya sebagai akar-akar ke budayaan barat ahli fikir seperti Pelato, Aristoteles dan Pythagoras adalah tokoh tokoh filsafat yang bertahan lama sebagai idolah persfiktif filsafat barat klasik.    


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Ilmu berhubungan dan mempersoalkan fakta-fakta yang actual, diperoleh dengan mengadakan ekspremen, observasi dan verivikasi hanya berhubungan dengan sebagian dari apek kehidupan atau peristiwa didunian filsafat mencoba berhungan dengan keseluruhan pengalaman untuk memperoleh suartu pandangan yang lebih komperhinsif dan bermakna tentang suatu tanpa harus bertanggung jawabkan dengan  penyelesaian sains atau keilmuan.
Fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofi dalam memahami berbagai konsep dalam teori suatu disiplin Ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori Ilmiah.fisafat Ilmu merupakan bagian dari Ilmu filsafat yang sangat bergunah untuk mengetahui apa tujuan Ilmu bagi manusia secara garis, filsafat Ilmu memberikan alasan yang mendasar mengapa pengetahuan diperlukan bagi keteraturan dalam kehidupan manusia.
      
B.     Saran
Dengan adanya makalah ini kita bisa lebih memahami fisafat dan fisafat ilmu secara  keseluruhan, jika ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini kami mohon kritikanya agar kedepanya kami bisah lebih baik lagi.















DAFTAR PUSTAKA
Zaprulkan. 2016. Sebuah Analisis kontemporer. Depok: Rajawali Pers.
Syukri Albani Nasution, Muhammad, dan Rizki Muhammad Haris. 2018. Filsafat ilmu. Depok: Rajawali Pers.




[1]Zaprulkhan, FilsafatIlmuSebuahAnalisisKontemporer, cet.3 (Jakarta: Rajawali Pers, 2016), hlm.1-2