KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya
lah sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Filsafat Ilmu yang berjudul “Filsafat
dan Filsafat Ilmu” tepat pada waktunya. Sholawat serta salam tak lupa kami
curahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW karena atas kerja keras dan
perjuangan beliau kita dapa tmerasakan kenikmatan iman dan islam dari zaman
kegelapan hingga sampai sekarang.
Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih
kepada mereka yang telah membimbing, memberi saran, motivasi serta dukungan, baik
material maupun spiritual kami sampaikan kepada :
1. DosenFilsafatIlmu, Fazrul Sandi Purnomo,
M.Pd.
2. Sahabat-sahabat mahasiswa dan seluruh pihak
yang membantu pembuatan makalah ini.
Sekalipun
penulisan makalah ini kami upayakan seoptimal mungkin, kami sangat menyadari kelemahan
kami sebagai manusia, karena bagaimanapun juga tak ada gading yang tak retak,
begitu juga dengan makalah ini.
Harapan
kami, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua kalangan dan kami mohon untuk
kritik dan saran agar makalah ini bias sempurna.
Petaling,
Maret 2019
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar ……………………………………………………………………. 2
Daftar
isi …………………………………………………………………………. 3
Bab
I Pendahuluan ………………………………………………………………... 4
A. LatarBelakang ………………………………………………………... 4
B. RumusanMasalah …………………………………………………….. 4
C. Tujuan …………………………………………………………………. 4
Bab
II Pembahasan ………………………………………………………………… 5
A. Pengenalan umum Filsafat dan Filsafat Ilmu
………………………….. 5
B. Tahap ciri-ciri perkembangan ilmu
pengetahuan ……………………..
C. Bidang Garapan Filsafat Ilmu
…………………………………………
D. Penembangan filsafat ilmu dalam
penelitian psikologi untuk menciptakan sarjana-sarana psikologi yang andal dan
berkualitas.
Bab
III Penutup ………………………………………………………………………
A. Kesimpulan………………………………………………………………
B. Saran ……………………………………………………………………..
Daftar
Pustaka ……………………………………………………………………… 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara sederhana,
filsafat merupakan filsafatnya ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu berupaya menelisik
struktur-struktur fundamental yang menjadi pijakan ilmu pengetahuan: baik objek-objek
ilmu pengetahuan, asumsi-asumsi, konsep-konsep dan metode-metodenya. Namun tidak
hanya sampai di situ, filsafat juga hendak mengkaji sejauh mana nilai signifikasi
atau aktualitas berbagai ilmu pengetahuan bagi kehidupan umat manusia konstruktif
terhadap setiap ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu tidak hanya membawa kita menelusuri
esensi ilmu pengetahuan dengan segala atributnya, melainkan kita juga bias melihat
berbagai kelemahan dan kekurangannya untuk kemudian melakukan tawaran konstruktif
demi perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih baik dalam kehidupan manusia.
Dengan demikian,
filsafat ilmu menjadi semacam alat atau metode yang dapat di gunakan para ilmuan dalam rangka mengembangkan
ilmu pengetahuan, tidak heran bila
hamper seluruh cabang pengetahuan dewasa menggunakan filsafat ilmu sebagai
mitra dialog yang kritis untuk mencairkan
berbagai bentuk kebekuan ilmiah sehingga dapat mengetahui kendala-kendala yang
menggelayuti pertumbuhan ilmu pengetahuan, para ilmuan mampu menyingkirkan semua
kendala-kendala tersebut dan mempelancar pertumbuhan ilmu penetahuan yang
senantiasa kaya relevansi dan aktualitasnya bagi kepentingan umat manusia.[1]
Pertanyaan tentang
suatu fenomena yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, pengalaman hidup menjadi sumber inspirasi dari
pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yang muncul dari pengalaman.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu filsafat dan filsafat ilmu?
2. Bagaimana tahap, ciri-ciri dan
perkembangan dari ilmu pengetahuan?
3. Apa saja bidang garapan filsafat ilmu?
4. Bagaimanakah pengembangan filsafat ilmu dalam
penelitian psikologi untuk menciptakan sarjana-sarjana psikologi yang andal dan
berkualitas?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu filsafat dan
filsafat ilmu
2. Untuk mengetahui tahap, ciri-ciri dan
perkembangan ilmu pengetahuan
3. Untuk mengetahui bidang garapan filsafat
ilmu
4. Untuk mengetahui pengembangan filsafat ilmu dalam penelitian psikologi
untuk menciptakan sarjana-sarjana psikologi yang andal dan berkualitas
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengenalan umum Filsafat dan Filsafat Ilmu
1.
Filsafat
Filsafat sebagai
bagian dari kebudayaan manusia yang amat menakjubkan, lahir di Yunani dan di
kembangkan sejak awal abad ke-6 SM filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang
paling luas cakupannya, oleh karena itu titik tolak untuk memehami dan mengerti filsafat adalah meninjau dari segi
etimologi. Menurut sejarah ,Pythagoras (572-497 SM) adalah orang pertama kali yang
memakai kata philosophia, yakni pecinta kebijasanaan (lover of wsdom). Sebagai bahan
pertimbangan, alangkah baiknya kalau kita sedikit mengetahui mengenai pengertian
filsafat dari berbagai filsuf, yaitu:
a. Plato
Filsafat adalah ilmu
pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli dan murni. Selain itu, ia
juga mengatakan bahwa filsafat adalah penyelidikan tentang sebab-sebab dan
asas-asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada.
b. Aristoteles
Filsafat adalah ilmu
pengetahuan yang senantiasa berupaya mencari prinsip-prinsip dan
penyebab-penyebab dari realitas yang ada. Ia pun mengtakan bahwa filsafat adalah
ilmu pengetahuan yang berupaya mempelajar “peri ada selaku peri ada” (being as
being) atau “ peri ada sebagaimna mestinya” (being as such).
c. Rene Descartes
Merupakan
filsuf Prancis yang terkenal dengan
argumentnya cogito ergosum (saya berpikir maka saya ada) mengatakan filsafat
adalah himpunan dari segala pengetahuan
yang pangkal penyeledikinnya
adalah mengenai Tuhan,alam, dan manusia
d. Wiwliwm
James
Tokoh
pragmatisme dan pluralisme filsuf dari Amerika ini mengatakan filsafat adalah
suatu upaya yang luar biasa berfikir
yang hebat dan terang
e. R.F Beerling
Filsafat adalah
mengajukan pertanyaan seluruhnya atau tentang hakikat, asas dan perinsip dari kenyataan Beerling juga mengatakan filsafat adalah suatu
usaha untuk mencapai radix atau akar kenyataan dunia wujud , juga
akar pengetahuan tenteng diri sendiri.
Menurut Muntansyir dan Munir menyatakan beberapa
devinisi yang di klarifikasikan
berdasarkan wtwk dan fungsinya, yaitu:
a. Filsafat adalah sikap dan
kepercayaan terhadap kehidupan di alam yang biasanya di terima secara tidak
kritis ( arti formal ).
b. Filsafat adalah proses kritik atau
pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi
(arti formal)
c. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan
gambaran keseluruhan artinya
filsafat berusaha mengombinasikan hasil bermacam-macam sains dan pengalaman kemanusiaan sehingga menjadi
pandangan yang konsisiten tentang alam (arti spekulatif)
d. Filsafat adalah analisis logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti
kata dan konsep. Corak ini dinamakan juga
logo sentrisme.
e. Filsafat adalahsekumpulan problema yang
langsung ,yang mendapat perhatian dari
manusia dan yang di carikan jawabanya
oleh ahli-ahli filsafat.
2.
Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu
sebenarnya baru di kenal pada abad ke-20 di mana Francis Bacon sebagai
peletak dasar filsafat ilmu dalam
khazanah bidang filsafat secara umum. Berbagai definisi filsafat ilmu yangdi
himpun oleh The Liang Gieyang di anggap
cukup representative yaitu:
1. Robert ackermant menyatakan bahwa
filsafat adalah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat terdahulu yang telah
di buktikan
2. Lewis White Beck menyatakan bahwa filsafat adalah ilmu mempertanyakan
dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta mencoba menetapkan nilai dan
pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
3. Cornelius Benjamin menyatakan bahwa
filsafat ilmu merupakan cabang ilmu fisilfati yang menelaah sistematis mengenai
sifat dasar ilmu, metode-metodenya,kondep-konsepnya, dan pra-anggapan –
pra-anggapannya, serta letak dan krangka umum dari cabang pengetahuan
intlektual.
4. May Brodbeck menyatakan filsafat itu sebagai analisis yang
netral secara etis dan filsafati,pelukisan,dan penjelasan mengenai
landasan-landasan ilmu.
5. Menurut Suriasumantri menyatakan bahwa
filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemology (filsafat pengetahuan) yang
secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah).lebih lanjut beliau
mengatakan bahwa filsafat ilmu telaah secara filsafat yang ingin menjawab
beberapa pertanyaan mengenai hakiakt ilmu.
B.
Tahap ciri-ciri perkembangan ilmu pengetahuan
Perkembangan
ilmu pengetahuan tidaklah berlangsung secara mendadak,melainkan secara bertahap
dan evolutif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi umumnya di dorong oleh
pemecahan massalah kemanusiaan yang sektoral.untuk memehami sejarah
perkembangan ilmu harus di lakukan berbagai klasifikasi secara periodik.
a.
Zaman Yunani Kuno
Pada masa ini
manusia menggunakan batu sebagai peralatan karna di temukan benda yang mirip
satu sama lain( seperti kapak sebagai alat pemotong dan pembelah) benda ini
sebagai buktibahwa manusia berbudaya
mampu berkreasi. Benda-benda yang di pergunakan manusia itu mengalami
perbaikan dan terus mengalami kemajuan, karena manusia melakukan dan mengalami proses trial and error
uji coba yang makan waktu yang lama, melalui proses ini manusia mulai melakukan
seleksi terhadap alat-alat yang di
pergunakannya, sehingga menemukan bahan (materi) yang di anggap baik atau kuat
untuk membuat peralatan-peralatn tertentu.
Secara rinkas pada zaman pra Yunani Kuno di tandai
oleh lima kemampuan yaitu:
1. Know how dalam kehidupan sehari-hari
yang di dasarkan pengalaman.
2. Pengetahuan yang di dasarkna pengalaman
itu di terima sebagai fakta dengan sikap receptive mind, keterangan masih di
hubungkan dengan kekuatan magis.
3. Kemampuan menemukan abjad dan system
bilangan sudah menampakkan perkembangan pemikiran manusia ke tingkat abstraksi
4. Kemampuan menulis,berhitung, menyusun
kalender yang didasarkan atas sentesis terhdap hasil abstraksi yang dilakukan
5. Kemampuan yang meramalkan suatu
peristiwa atas dasar peristiwa-peristiwa sebelumnya yang pernah terjadi,
misalnya gerhana bulan dan matahri.
1.
Zaman
Yunani Kuno (Abad ke-7-2 SM)
Zaman ini di pandang zaman keemasa ilmu filsafat,
karena masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan idea atau
pendapatnya.ciri yang menonjol
darifilsafat Yunani Kuno di
awal kelahirannya di tunjukkan
perhatian terutama pada
pengamatan gejala kosmik dan fisik
sebagai ikhtiar guna menemukan sesuatu asal mula (arche) yang merupakan unsure
awal terjadinya gejala-gejala.
a. Thales(640-550 SM)
Menyimpulkan
bahwa air merupakan (arche) asal mula dari segala sesuatu, hal ini di dukung
karena air meresapi seluruh benda-benda di jagad raya ini. Menurut Mustansyir ada tiga alasan muncul persoalan
tentang alam semesta ini yaitu: pertama pertanyaayn mengenai alam semesta yang
terus menerus di pandang sebagai persoalan abadi (perennial problems)yg di
sebut juga sebagai pertanyaan signifikan(a significant question).
Kedua,
pertanyaan yang di ajukan Thales menimbulkan konsep baru suatu hal yang tidak
begitu saja ada, melainkan terjadi dari sesuatu, hal ini menimbukkan suatu
konsep baru tentang perkembangan,suatu evolusi,generasi. Ketiga, pertanyaab
demikian hanya timbul pada pemikiran tertentu( masyarakat intlektual yang
berpikir lebih maju),buakn masyarkat awam.
b. Anaximander (611-545 SM) Beliau menyakini asal mula segala sesuatu
adalah aperion sesuatu yang tidak terbatas.
c. Anaxmenes (588-524 SM) Beliau mengatakan
asal mula segala Sesuatu adalah udara, keyakinan ini di dukung oleh kenyataan
bahwa udra merupakan unsure vital kehidupan.
2. Zaman Pertengahan (abad ke 2 - 14 SM)
(Middle Age) di
tandai tampilnya para theolog di lapangan ilmu pengetahuan. Ada lima ciri
menandai kemajuan peradaban islam pada zaman ini yaitu:
1) Univesalisme
2) Toleransi
3) Pasar yang bertaraf internasional
4) Penghargaan terhadap ilmu dan ilmuan
5) Tujuan dan sarana ilmu yang bersifat islami
Beberapa pemikir islam yang sumbangsih terhadap ilmu
pengetahuan di antranya adlah Al-Khawarizmi (825) sebagai penyusun aljabar
(arithmetic) Omar Khayam (1043-1132) sebagai seorang penyair ,ahli perbintangan
dan ahli matematika. Dalam ilmu kedokteran muncul Al-Razi (850-923),Ibnu Sina
(980-1037), Rhazas Abu’l Qosim, Ibnu Rushd (1126-1198) dan Al- Idris
(110-1166)yang membuat peta kerajaan siciia.
3.
Zaman
Renaissance (Abad 14-17)
Zaman ini
ditandai sebagai era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma
agama serta peralihan ketika kebudayaan abad tengah mulai berubah menjadi
kebudayaan modern, manusia zaman ini merindukan pemikiran bebas untuk mencapai
kemajuan atas hasil usaha sendiri.
Tidak didasarkan
atas campur tangan ilahi dan zaman yang sangat menaruh perhatian dalam bidang
seni lukis, patung, arsitektur, musik, sastra dan filsafat serta ilmu
pengetahuan. Ilmu yang berkembang pesat pada zaman ini adalah ilmu bidang
astronomi. Tokoh-tokohnya yaitu Roger Bacon (1214-1219), Copernicus (1443-1543),
Tycho Brahe (1546-1601), Johannes Koppler (1571-1630), Galileo Galilei
(1546-1642).
4.
Zaman
Modern (Abad ke 17-19)
Zaman ini
ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut Slamet,
perkembangan ilmu pengetahuan mempunyai tiga sumber:
1) Hubungan antara kerajaan Islam di
Semenanjung Iberia dengan negara-negara Perancis.
2) Perang Salib (1100-1300) yang terulang
sebanyak enam kali serta menjadi ajang peperangan fisik juga menjadikan para
tentara atau serdadu Eropa berasal dari negara itu menyadari kemajuan
negara-negara Islam sehingga mereka menyebarluaskan pengalaman mereka
dinegaranya masing-masing.
3) Tahun 1453 Istanbul jatuh ke bangsa
Turki dan para pendeta atau sarjana mengungsi ke Itali atau negara-negara lain.
Aliran filsafat
yang muncul pada zaman ini yaitu diantaranya: Rasionalisme, Empirisme,
Kritisme, Idealisme, Positivisme, serta Marxisme.
5.
Zaman
Kontemporer (Abad 20 dan seterusnya)
Dalam abad ke-20
ini adalah pemikiran tentang bahasa. Tugas filsafat bukan lah membuat pertanyaan-pertanyaan
tentang sesuatu yang khusus sebagaimana yang telah diperbuat filsuf sebelumnya
melainkan memecahkan persoalan yang timbul pada abad ini. Aliran yang telah
berkembang pada abad modern yaitu neothomisme, neo-kantianisme, neo-hegelianisme,
neo-marxisme, neo-phositivisme dan sebagiannya.
b.
Bidang Garapan Filsafat Ilmu
1. Ontologi
Menurut Koento
Wibisono Siswomihardjo (2001) mengatakan Ontologi adalah ilmu meliputi apa
hakikat ilmu itu, hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan
ilmiah, serta tidak lepas dari persepsi filsafat tentang apa dan bagaimana
(yang “ada” itu beingsein, het zein).
Menurut christian wolf bahwa ontologi merupakan bagian dari metefisika umum
yang membicarakan tentang hal yang ada.
2. Epistemologi
Menurut koento
widisono siswomihadjo menytakan bahwa epistemologi ilmu meliputi sumber ,
sarana, dan tata cara menggunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan
(imiah). Akal, akal budi, pengalaman, atu kombinasi antara pengalaman dan akal,
intuisi merupakan sarana yang di maksud dalam epistemologi, sehingga di kenal
adanya model-model epistelogik seperti:rasionalisme, empirisme, kritisme atau
rasionalisme kritis, positivisme, fenomenologi dengan berbagai variasinya.
3. Aksiologi
Istilah
aksiologi berasal dari kata asios dan logos. Aksios berarti nilai atau sesuatu
yang berharga, sedangkan logos berarti
akal. Jadi aksilogi berarti teori nilai, penyelidikan mengenai kodrat,
kriteria, dan status meta fisik dari nilai.
c.
Pengembangan filsafat ilmu dalam penelitian psikologi
untuk menciptakan sarjana-sarana psikologi yang andal dan berkualitas.
1. Pengalaman psikologi dari tinjauan
histori
Di tinjau dari
bahasa, perkataan psikologi meruppakan naturalisasi dari kata psychlogy.
Psikologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa, dan kata logos berarti
ilmu pengetahuan . jadi psikologi di artikan sebagai ilmu pengetahuan mengenai
jiwa.
2. Pertautan antara psikologi dan filsafat
ilmu
Tiongkok dan india
menunjukkan kemampuan mereka yang besar, semua itu mencerminkan keunggulan
pemikiran kefilsafatan ke filsafatan yang ada kemudian lahirlah kebudayaan
yunani kuno menyusul kebesarabn asia, ia tampil dalam kompetensinya sebagai
akar-akar ke budayaan barat ahli fikir seperti Pelato, Aristoteles dan
Pythagoras adalah tokoh tokoh filsafat yang bertahan lama sebagai idolah
persfiktif filsafat barat klasik.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ilmu
berhubungan dan mempersoalkan fakta-fakta yang actual, diperoleh dengan mengadakan
ekspremen, observasi dan verivikasi hanya berhubungan dengan sebagian dari apek
kehidupan atau peristiwa didunian filsafat mencoba berhungan dengan keseluruhan
pengalaman untuk memperoleh suartu pandangan yang lebih komperhinsif dan
bermakna tentang suatu tanpa harus bertanggung jawabkan dengan penyelesaian sains atau keilmuan.
Fungsi
filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofi dalam memahami berbagai
konsep dalam teori suatu disiplin Ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun
teori Ilmiah.fisafat Ilmu merupakan bagian dari Ilmu filsafat yang sangat bergunah
untuk mengetahui apa tujuan Ilmu bagi manusia secara garis, filsafat Ilmu
memberikan alasan yang mendasar mengapa pengetahuan diperlukan bagi keteraturan
dalam kehidupan manusia.
B. Saran
Dengan
adanya makalah ini kita bisa lebih memahami fisafat dan fisafat ilmu
secara keseluruhan, jika ada kekurangan
dalam pembuatan makalah ini kami mohon kritikanya agar kedepanya kami bisah
lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Zaprulkan.
2016. Sebuah Analisis kontemporer.
Depok: Rajawali Pers.
Syukri
Albani Nasution, Muhammad, dan Rizki Muhammad Haris. 2018. Filsafat ilmu. Depok: Rajawali Pers.